“Gimana rasanya kerja disini dik?”
Begitulah kalimat pertama yang keluar berupa pertanyaan umum, dan setelah dijawab muncul beberapa pertanyaan wajar lainnya ketika obrolan itu dimulai. Awalnya saya sudah tidak begitu tertarik dengan obrolan itu. Obrolan pun sedikit demi sedikit menjadi satu arah dan membosankan dimana satu pihak jauh lebih dominan berbicara. Isi pembicaraan sangat mirip dengan ketika saya menjelaskan suatu materi di kelas kepada mahasiswa, dimana mahasiswa hanya bisa bengong dan mahasiswi terkagum-kagum melihat ketampanan saya, hwahuahuahua.
Sebelumnya saya mohon maaf kalau saya nulis tentang ini lagi. Mungkin ini termasuk basbang, tapi tangan saya rasanya gatal ingin menulis di blog. Semalam sekitar pukul 22.00, hp SE W810i saya berbunyi dan bertanda ada sms masuk. Ketika saya baca, ternyata itu sms dari calon adik ipar, hehe…
Aku ga tau ini bener atau salah tp buat aman lakuin aja. Semua HP mlm ni dimatikn. Mnurt metro TV, pd jam 11 mlm ni akn da glombang radiasi yg akn ttangkap oleh smua hp & pemancar. Britahu yg lain/temen2. Jgn ditaruh dkt kepala.
Ya, tentu saja ini hoax berupa pesan / sms berantai yang tidak perlu dipercaya. Di FS, email, YM, dan lainnya, sudah sekian kali saya dan tentu anda semuanya menerima pesan berantai semacam ini.
Dua hal ini yaitu berita tentang akan adanya kenaikan (lagi) harga BBM oleh pemerintah dan merebak isu sms santet adalah dua hal yang menggelitik hati saya belakangan ini. Walupun kedua hal tersebut adalah di luar penalaran saya, namun ingin juga rasanya berkomentar.
Tentang kenaikan harga BBM, terutama bensin, pikiran saya menerawang teringat kembali jaman dulu ketika dengan uang 1500 rupiah saya bisa mendapatkan 2 liter bensin yang sudah cukup dipakai seminggu lebih untuk motor Honda Astrea Prima (temen-temen dulu menjuluki Kereta Senja) saya. Entah apa yang terjadi kini, dengan selembar duit 5000-an kita hanya mendapatkan seliter bensin.
Sesuai pertanyaan saudari Poni (namanya lucu juga ya, hehehe) disini maka saya mencoba membuat program C++ sederhana untuk membuat menu yang diminta. Sebenarnya Poni bertanya tentang tugas program C++ yang diberikan dosennya, seperti yang ditanyakan pada komentar sebelumnya. Tapi karena saya agak sibuk dan juga biar nanti saya tidak dimarah sama dosen yang memberikan tugas tersebut, maka untuk metode sorting (pengurutan) dan searching (pencarian) yang bisa menggunakan metode-metode seperti bubble sort, quick sort, dan metode-metode lainnya, saudari poni mungkin mencari sendiri baik di internet ataupun di buku struktur data. Gampang kok..
Bener nggak sih gitu bahasa inggrisnya? Saya nggak tahu film ini masih banyak diputar atau tidak di bioskop-bioskop utama di Indonesia. Tapi bagi anda yang belum menonton Iron Man, saya sarankan untuk menontonnya. Untuk bagus atau tidaknya Iron Man ini, saya hanya punya dua kata yaitu : “pas” dan “perfect”. Pendapat ini tentu saja berlaku untuk saat ini saja, karena jika kita menonton film ini beberapa tahun lagi, ya tentu saja udah basi. Mungkin akan sama rasanya seperti kita menonton aksi serial Knight Rider saat ini.
Semester ini di kampus tempat saya mencari nafkah tambahan, saya mendapat bagian untuk mengajar mata kuliah Etika Profesi. Isi utama mata kuliah Etika Profesi ini adalah semua yang berhubungan dengan Etika dalam IT (Information Technology) seperti : UU Hak Cipta, Cyber Ethics, Etika berinternet, dll. Berhubungan saya diberikan tugas mengajar mata kuliah Etika Profesi ini, maka muncul ide memberikan tugas kepada mahasiswa untuk memberikan komentar/tanggapan mereka tentang UU ITE yang beberapa waktu lalu ini ramai dibicarakan di internet.
Bagi anda yang berkunjung ke Bali pada bulan-bulan ini dan selanjutnya, mungkin anda sedikit merasa ada yang berbeda di langit, terutama di daerah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Akan ada banyak benda melayang yang biasa disebut layang-layang (kite) atau dalam bahasa Bali biasa disebut “layangan”.
Seperti pada postingan saya sebelumnya (dalam bahasa inggris yang acak adut) bahwa untuk belajar pemrograman sebaiknya kita belajar algoritma terlebih dahulu. Menurut saya idealnya belajar algoritma dulu, baru kemudian belajar bahasa pemrograman. Kalau kita langsung belajar bahasa pemrograman tanpa memiliki dasar algoritma yang kuat, maka kemungkinan kita akan menemukan lebih banyak kesulitan. Seperti yang banyak dirasakan oleh teman-teman mahasiswa.
Sayangnya, ada juga kampus yang agak memaksakan kurikulum yang diberikan di kampus. Kalau waktu saya kuliah dulu, mata kuliah algoritma saya dapatkan hingga semester 3. Dan semester 4 baru mulai belajar Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming / OOP). Namun bisa dibilang saya juga sama sekali belum bisa menerapkan OOP ini.