Dua hal ini yaitu berita tentang akan adanya kenaikan (lagi) harga BBM oleh pemerintah dan merebak isu sms santet adalah dua hal yang menggelitik hati saya belakangan ini. Walupun kedua hal tersebut adalah di luar penalaran saya, namun ingin juga rasanya berkomentar.
Tentang kenaikan harga BBM, terutama bensin, pikiran saya menerawang teringat kembali jaman dulu ketika dengan uang 1500 rupiah saya bisa mendapatkan 2 liter bensin yang sudah cukup dipakai seminggu lebih untuk motor Honda Astrea Prima (temen-temen dulu menjuluki Kereta Senja) saya. Entah apa yang terjadi kini, dengan selembar duit 5000-an kita hanya mendapatkan seliter bensin.
Semester ini di kampus tempat saya mencari nafkah tambahan, saya mendapat bagian untuk mengajar mata kuliah Etika Profesi. Isi utama mata kuliah Etika Profesi ini adalah semua yang berhubungan dengan Etika dalam IT (Information Technology) seperti : UU Hak Cipta, Cyber Ethics, Etika berinternet, dll. Berhubungan saya diberikan tugas mengajar mata kuliah Etika Profesi ini, maka muncul ide memberikan tugas kepada mahasiswa untuk memberikan komentar/tanggapan mereka tentang UU ITE yang beberapa waktu lalu ini ramai dibicarakan di internet.
Bagi anda yang berkunjung ke Bali pada bulan-bulan ini dan selanjutnya, mungkin anda sedikit merasa ada yang berbeda di langit, terutama di daerah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Akan ada banyak benda melayang yang biasa disebut layang-layang (kite) atau dalam bahasa Bali biasa disebut “layangan”.
Seperti pada postingan saya sebelumnya (dalam bahasa inggris yang acak adut) bahwa untuk belajar pemrograman sebaiknya kita belajar algoritma terlebih dahulu. Menurut saya idealnya belajar algoritma dulu, baru kemudian belajar bahasa pemrograman. Kalau kita langsung belajar bahasa pemrograman tanpa memiliki dasar algoritma yang kuat, maka kemungkinan kita akan menemukan lebih banyak kesulitan. Seperti yang banyak dirasakan oleh teman-teman mahasiswa.
Sayangnya, ada juga kampus yang agak memaksakan kurikulum yang diberikan di kampus. Kalau waktu saya kuliah dulu, mata kuliah algoritma saya dapatkan hingga semester 3. Dan semester 4 baru mulai belajar Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming / OOP). Namun bisa dibilang saya juga sama sekali belum bisa menerapkan OOP ini.
Setahun yang lalu, di hari Pendidikan Nasional tahun 2007, saya menulis ini. Tapi kali ini, di tempat kerja yang baru, tetapi tetap tidak jauh dari kata pendidikan. Ada banyak hal yang saya lihat dan temukan, namun tidak semua bisa diungkapkan dengan kata ataupun tulisan, tentang bagaimana wajah pendidikan kita.
Saya biarkan saja seperti pepatah bali “depang anake ngadanin”, dalam artian biarkan masyarakat yang menilai bagaimana kinerja guru, sekolah, pemerintah dan masyarakat sendiri yang ikut andil dalam dunia pendidikan. Untuk saat ini, saya belum berani bisa bicara. Artinya, sekarang untuk introspeksi diri saja dulu, perbaiki mulai dalam hati.
Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga dunia pendidikan berlari ke arah yang benar.