wirautama.net

learn, work, pray
Subscribe

Diklat Prajabatan

May 20, 2009 By: wira Category: daily

Senin, 18 Mei 2009, 09.00, Ruang Kelas Diklat Prajabatan

Akhirnya saya mengikuti Diklat Prajabatan di Badan Diklat Provinsi Bali. Terus terang informasi yang saya dapatkan sebelum mengikuti Diklat Prajabatan ini sangat sedikit dan juga mendesak. Namun setelah melewati hari pertama Diklat saya baru mengerti bagaimana posisi saya dan bagaimana Diklat ini akan saya ikuti.

Saya baru tahu bahwa Diklat ini diadakan oleh Badan Diklat Provinsi Bali dan peserta Diklat umumnya adalah para CPNS di bawah pemerintah Provinsi Bali. Diklat ini dipecah dalam beberapa gelombang dan yang saya ikuti adalah gelombang ke III. Untuk peserta, selain dari CPNS pemerintah Provinsi Bali ada juga “titipan” dari Departemen Hukum dan HAM, yaitu dari Imigrasi dan Kanwil Depkumham Denpasar, dan juga dari Sekolah Tinggi Pariwisata dibawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yaitu saya dan 2 orang teman lainnya.

Sebenarnya masalah “titipan” atau bukan adalah tidak masalah, namun ada beberapa hal yang membedakan saya dan teman-teman lainnya dari CPNS pemerintah Provinsi Bali :

  • Biaya Diklat, biaya Diklat bagi teman-teman CPNS pemerintah Provinsi Bali ditanggung sepenuhnya dari APBD pemerintah Provinsi Bali, sedangkan saya mengikuti Diklat ini dengan biaya sendiri. Biayanya adalah kurang lebih setara dengan 2 bulan gaji saya. Untung saja instansi saya dalam hal ini STP Nusa Dua Bali mau menalangi biaya ini terlebih dahulu dan nantinya gaji saya akan dipotong. Jadi jangan mengira jadi CPNS/PNS itu enak terus, hehehe..
  • Kesiapan Perlengkapan Diklat, karena kurangnya informasi ada beberapa hal yang saya siapkan dengan sedikit terburu-buru seperti foto, pin Korpri, name tag, dan lainnya. Juga teman-teman CPNS pemerintah Provinsi Bali telah mengikuti upacara pembukaan Diklat beberapa minggu yang lalu dan saya tidak. Jadi ada beberapa informasi yang terlewatkan. Namun panitia Diklat telah memberikan banyak kelonggaran dan kemudahan bagi saya dan saya berterima kasih atas hal itu.

Selain itu, ada beberapa hal kecil yang membuat perbedaan, misalnya teman-teman CPNS pemerintah Provinsi Bali sudah memiliki pin Korpri, topi Korpri, name tag karena memang dipakai sehari-hari ketika bekerja sedangkan saya menggunakan kostum kemeja lengan panjang putih dan dasi serta bawahan biru ketika bekerja.

Namun, semua hal diatas tidak masalah bagi saya, saya cuma ingin bercerita bahwa begitulah kenyataan yang ada, bukan bermaksud mengeluh, terutama masalah biaya, karena saya tetap bersyukur bisa menjadi CPNS.

Ada satu hal kecil yang menjadi catatan saya sampai hari keempat Diklat Prajabatan ini, menurut saya semua Widya Iswara yang mengajar tidak mengerti dengan posisi saya dan 2 orang teman dari STP Nusa Dua Bali. Bahkan ada Widya Iswara yang salah kaprah mengira kami bekerja layaknya di hotel, terutama saya yang sebenarnya adalah seorang Dosen di bidang komputer.

Secara umum, so far so good, sejauh ini saya bisa mengikuti Diklat ini dengan baik dan bahkan bisa dikatakan menyenangkan serta saya betah walaupun sangat berat rasanya meninggalkan istri yang baru saya nikahi kurang dari 3 minggu yang lalu.

Related Posts:

3 Responses to “Diklat Prajabatan”


  1. PanDe Baik says:

    he…. Kok bisa yah ?
    Saya heran…

    ….meninggalkan Istri demi SK 100%. :p Gak pa-pa lah… daripada tetep jadi CPNS Wir.

  2. Yanuar says:

    kalau berat meninggalkan istri, bawa aja istrinya ketempat diklat dong ahh….
    gitu aja kok repot..
    hi.hi.hi..

  3. wira says:

    @PanDe Baik
    demi kebaikan bersama ne bli…

    @Yanuar
    beh, ga seru dong jadinya, hahahaha



Leave a Reply