Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Jujur saja Hari Kebangkitan Nasional ini tidak begitu berarti bagi saya, tapi tanggal 20 Mei nya tetap spesial karena itu adalah ultahnya calon nyonya, hehehe. Tapi kali ini saya bukan bermaksud membuat post tentang ultah itu.
Semalam, saya menonton televisi yang menyiarkan acara yang katanya begitu meriah dan kalau tidak salah merupakan acara kolosal terbesar sepanjang abad ini di Indonesia serta disiarkan semua stasiun televisi nasional maupun daerah. Sekilas saya lihat (karena sambil ada kegiatan lain, hehe) acaranya memang meriah sekali. Tapi terus terang saya kurang tertarik, karena saya pesimis terhadap kebangkitan bangsa ini.
Semoga acara tadi malam yang pastinya membutuhkan biaya tidak sedikit itu ada gunanya, dan bukan hanya acara untuk memeriahkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional saja, namun lebih kepada makna acara itu, apakah acara itu bisa menambah semangat rakyat dan juga pemerintah Indonesia untuk bangkit ke arah yang lebih baik. Slogan “Indonesia Bisa” pun semoga bukan hanya slogan tapi lebih kepada pelaksanaannya di lapangan.
Bagaimana pun saya mengucapkan semoga, tapi saya tetap saja pesimis, apalagi melihat berbagai kemunafikan di negeri ini. Ah, sudahlah, daripada mikirin Kebangkitan Bangsa Indonesia, lebih baik saya mikirin Kebangkitan diri sendiri aja dulu. Kebiasaan buruk selama ini semoga bisa saya rubah sedikit demi sedikit, seperti kadang telat datang ke kantor, males bangun pagi kalau hari libur, de el el.
Selamat mencoba untuk Bangkit.. yang sudah ada dalam kubur tidak usah dibangkitkan, hehehe
3 Comment
hwekekekekekee,,,,setuju bos..mending mikirin kebangkitan diri sendiri dulu daripada mikir yang jauh2..perubahan kan harus muncul dari diri sebelum merubah yang lain..(katanya…)hehehehehe…
setuju, mantaps… eh, ada blog?
mari bangkitkan yang di diri kita dulu… baru membangkitkan orang lain…. bukan begitu bli?
*apa coba yah yang bangkit?
apa aja deh yg bisa dibangkitkan LOL
indonesia bisa apanya? bisa bangkrut kaleee…. uang dibuang2 untuk bikin acara seperti itu… kalo dipake untuk bangun sekolah yang bonafit bisa dapat berapa tuh… heran deh… pemerintah oh pemerintah… sebaiknya uang itu digunakan dengan bijaksana dan tepat sasaran…
bagi “yang diatas”, uang segitu kan mungkin gada artinya
Leave a Reply