Hari Raya Saraswati – Hari Ilmu Pengetahuan
Hari raya Saraswati merupakan hari raya dalam agama Hindu. Hari raya saraswati diperingati sebagai hari “Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati” (ilmu pengetahuan). Hari raya saraswati diperingati setiap 210 hari atau 6 bulan sekali (dalam kalender hindu, 1 bulan = 35 hari), yaitu pada Saniscara (Sabtu) Umanis (Legi), Wuku Watugunung yang merupakan Wuku terakhir.
Menurut ajaran Hindu Saraswati adalah Dewi (istri) Dewa Brahma. Dewi Saraswati adalah Dewi Ilmu Pengetahuan yang merupakan pelindung/ pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Berkat anugerah Dewi Saraswati, kita menjadi manusia yang beradab dan berkebudayaan. Dewi Saraswati digambarkan sebagai seorang wanita cantik bertangan empat, tangan-tangan tersebut memegang Genitri (tasbih) dan Kropak (lontar). Yang lain memegang Wina (alat musik / rebab) dan sekuntum bunga teratai. Di dekatnya biasanya terdapat burung merak dan undan (swan), yaitu burung besar serupa angsa (goose), tetapi dapat terbang tinggi.
Pada hari raya Saraswati, semua pustaka-pustaka, lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan, ilmu pengetahun dan sebagainya, dibersihkan, dikumpulkan dan diatur pada suatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik untuk diupacarai. Upacara ini biasanya dilakukan pada pagi hari dan tidak boleh melewati tengah hari. Selain itu dilakukan juga persembahyangan pada hari raya Saraswati untuk memuja Dewi Saraswati sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Di Bali, persembahyangan hari raya Saraswati selain masyarakat Hindu umumnya, biasanya didominasi oleh para penuntut ilmu yaitu siswa, mahasiswa dan instansi pendidikan dari SD, SMP, SMU hingga Perguruan Tinggi serta instansi pemerintahan. Khusus untuk daerah Denpasar, Pura yang biasanya paling ramai adalah dijadikan tempat bersembahyang di hari raya Saraswati adalah Pura Jagatnata yang terletak di pusat kota Denpasar. Di pagi hari para generasi muda terutama siswa akan berbondong-bondong menuju sekolah masing-masing untuk bersembahyang bersama kemudian dilanjutkan Pura Jagatnata, Denpasar. Dari pagi hari sampai malam harinya tetap saja masih ada yang datang ke Pura Jagatnata, bahkan di malam harinya biasanya sampai terjadi antrian dan berdesak-desakan untuk masuk ke Pura.
Perayaan hari raya Saraswati juga dilakukan dengan “Mesambang Semadhi” yaitu semadhi ditempat yang suci di malam hari atau melakukan pembacaan lontar-lontar semalam suntuk dengan tujuan menemukan pencerahan Ida Hyang Saraswati sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa. Banyak kelompok Dharma Gita atau Pesantian yang biasanya melakukan semadhi, membaca pustaka-pustaka, atau melakukan Dharma Gita atau “kekawin” di tempat-tempat suci, pura atau merajan.
Untuk generasi muda, banyak yang begadang di pantai, bersama teman-temannya. Mereka begadang sampai pagi. Namun muncul kesan negatif dari hal ini yaitu generasi muda terutama para siswa yang masih duduk di bangku sekolah menggunakan kesempatan ini untuk berpacaran. Semoga saja perayaan hari raya Saraswati tidak justru digunakan untuk melakukan perbuatan yang tidak senonoh.
Keesokan harinya, dilaksanakan Banyu Pinaruh, yakni asuci laksana dipagi buta berkeramas dengan air kumkuman. Setelah melakukan upacara dan semadhi di malam hari raya Saraswati, masyarakat akan beramai-ramai menuju pantai dan melakukan Banyu Pinaruh serta mandi di pantai. Pantai yang paling ramai dikunjungi biasanya pantai Sanur, dan juga pantai lainnya di sekitar Sanur.
Bagi rekan-rekan umat Hindu yang berada dimana saja, saya ucapkan selamat melaksanakan hari raya Saraswati (1 Agustus 2009) dan juga hari raya Pagerwesi (5 Agustus 2009). Semoga semua umat manusia dilimpahkan ilmu pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik dan kedamaian bagi kita semua.



“Semoga saja perayaan hari raya Saraswati tidak justru digunakan untuk melakukan perbuatan yang tidak senonoh.”
he..he…semoga..cek ntar di sanur bli
yah…keduluan…baru mau posting seperti ini…telat…
“selamat Hari Raya Saraswati juga…semoga Ilmu Pengetahuan bisa menyadarkan umat manusia untuk tidak berbuat yang tidak semestinya layaknya teroris jahanam itu….
Wah selamat ya yang merayakan.,walaupun saya tidak tahu, semOga pengetahuan berkembang trz!
@ick : saya udah ‘tua’, nggak bisa ke sanur lagi, hehehe
@ekabelog : tidak apa-apa, ikut nulis aja, kan nggak melanggar UU, hehe
@Adi : terima kasih
mari bersih2 lemariii!karena bukunya dibawa ke mrajan semua…wehehehe…
eh, komputer dibantenin jg donk!? ada banyak e-book!^^
wah mari belajar
awas pak dosen, sing dadi melajah hari ini ( kone) hehehe
selamat hari raya saraswati dan pagerwesi ya…thanks atas infonya…
selamat bagi yang merayakan
anyway , saya jadi keingnget tgl2 penting sprti pesta blogger 2009 nanti
Slm knl pak dosen… Sya kira bnyk org trutama ank muda memanfaatkan perayaan banyupinaruh dipantai untuk berpacaran, sya mulai khawatir akan hal itu,smoga sja ada ksdaran dr dri sndri agr tdk brbuat senonoh dlm hr suci. http://www.baliunited.co.cc
Saya mengucapkan selamat hari raya Saraswati untuk semua blogger beragama Hindu khususnya, dan semua umat Hindu
Selamat merayakan Hari Saraswati buat Pak Wira sekeluarga dan teman2 lain yang merayakan.
Semoga ilmu yang turun ke bumi dijalankan dengan budi baik dan akal sehat.
Tapi saya ndak terlalu ngefan dengan Dewi Saraswati. Saya lebih suka dengan sosok Dewi Shri. Hehe!
@.gungws : betul juga itu..
@Bisnis Online : yuk mari..
@yudi : ya jelaslah, kan bukunya lagi diupacarai, hahaha
@angga chen : terima kasih, sama-sama..
@Arie : terima kasih..
@darma : benar, diperlukan kesadaran dari dalam diri masing-masing
@wellsen : terima kasih
@pushandaka : terima kasih, semoga ilmu yang didapat bisa untuk sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. **saya sih ngefans sama Sandra Dewi, hahaha…
hm…..saraswati udah dket coy……
bersyukurlah pada_NYA…
cz,dh menurunkan ilmu pengetahuan utk umatnya…..
hehehe……