i’m unique
Melakukan Catur Brata Penyepian, bisa terbang?
{ daily } { }
05
March
2008

Kemarin saya sempat sedikit berdebat dengan ajik (ayah) di rumah. Sebelumnya saya bercerita tentang seorang teman saya si P yang katanya melakukan catur brata penyepian dengan penuh, selama 24 jam dia diam di kamar, tidak makan, tidak minum, tidak berbicara dan tidak kemana-mana. Mendengar cerita saya, lalu ajik mengatakan kepada saya “Lalu setelah itu bagaimana, apakah temanmu itu jadi bisa terbang?”.

Terus terang dalam hati saya sedikit panas mendengar pertanyaan si bokap ini. Dalam hati saya menyesalkan perkataannya, kenapa orang tua yang sering makekawin dan tahu banyak sastra melontarkan pertanyaan seperti itu. Ingin sebenarnya saya malah balik bertanya, “memangnya kenapa? apakah setelah mebrata orang harus bisa terbang?”. Tapi saya ingat bahwa katanya orang bijak tidak menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Lalu saya jawab saja, “Ya tidak apa-apa sih, saya cuma cerita”.

Saya kembali berusaha berpikir, mungkin ajik lagi bercanda, karena tidak biasanya seperti ini. Ah, dasar mungkin kejadiannya pas sandikala ditambah perut lagi kosong, jadi darah cepet naik ke otak.

Related Posts

7 Comment

Ebo
March 5th, 2008 at 1:48 am

Brata penyepian menurut guru saya dulu adalah tentang ‘mengambil jalan tengah’ seperti yang pernah diucapkan oleh Avatar Budha. Seperti alat musik gitar. Terlalu kencang memasang senar, maka ia putus, terlalu kendor juga nggak bisa dimainkan. Pada saat nyepi adalah saat baik ‘memainkan gitar’ dengan seteman yang pas karena selama ini kita terlalu kendor. Saya lupa sloka keberapa dalam bagavadgita tentang pencapaian hasil ‘gita’ yang sempurna, ada kok, intinya juga sama. Selamat tahun baru Çaka 1930

Suksma penjelasannya bli, tapi tiang sendiri jujur saja merasa belum pernah menjalankan catur brata penyepian secara penuh.
Selamat tahun baru Caka 1930 juga :-)

devari
March 6th, 2008 at 8:50 am

ortu juga manusia wir, mungkin beliau tanya dengan nada bercanda.

juga mungkin disebabkan karena beliau menghubungkannya dengan konteks masa kini jadi rasanya kok aneh dan ngae2 klo ada yg 24 jam di kamar.

Penjelasan teman tiang dan juga tulisan tiang di blog ini tentang tidak keluar kamar selama 24 jam memang hiperbola, ya mungkin dia tetap keluar kamar untuk buang air kecil atau utk mandi dan cuci muka. Hehehe, darah muda emang kadang bawaannya emosi aja, hehehe

saylow
March 7th, 2008 at 2:17 pm

Iya, paling dia bawa HP terus lihat2x koleksi 3GP-nya hahahaha. Perlu ajak ng’beer pok Ajikne hihihi

Hehehe, jangan2 isinya miyabi semua… Kanggoang a botol cenik gen biasane :D

purnama yasa
March 11th, 2008 at 2:00 am

jangan terlalu di pikrkan hal itu…

yoi

viar
March 13th, 2008 at 11:47 pm

sama seperti pertanyaan,”emang pemanasan global sudah bisa berkurang?” setelah ada yg nanem pohon 1000 bibit…. :P

mirip juga dengan ini, “emang korupsi bisa hilang setelah dibentuk KPK?” hehehe
yang penting kan usahanya ya?

viar
March 13th, 2008 at 11:49 pm

bisa terbang atau nggak, sing penting dia udah melaksanakan ritualnya…
berkurang atau tidak, yg penting udah action untuk memerangi pemanasan global…
diterima atau tidak, sing penting aku udah kirim comment… hihi :P

komen diterima dengan senang hati

chazzuka
March 14th, 2008 at 10:58 pm

saya melakukan brata dengan teguh dan khidmat, no light, no fire, no anger, di kamar ngendon, ngga makan, tapi cuman ampe jam 12:15 karna tepat jam itu saya bangun, makan, mandi dan kemudian.. bersenang-senang (?=terbang :P)

yeeeee…

Leave a Reply