Merokok adalah suatu perbuatan yang merugikan diri sendiri, semua orang tahu hal ini termasuk saya sendiri. Namun anehnya, banyak orang yang masih merokok. Bahkan saya sendiri pernah melakukannya meskipun saya masih menggolongkan diri saya perokok “berat” alias memberatkan orang lain, dalam artian perokok yang tidak membeli rokok. Rokok yang saya “bakar” adalah rokok gratisan, misalnya merokok ketika kundangan, “nguopin”, dan minta-minta sama teman, hehehe. Bisa dibilang saya merokok hanya untuk menghilangkan kikuk di depan orang dan sedikit gengsi (jujur).
Tapi itu dulu, sudah lama saya tidak pernah merokok lagi (dan bertekad tidak merokok lagi), bukan karena munafik atau sudah tersadar dari sifat buruk (gengsi gede-gedean), merokok tidak saya lakukan lagi hanya karena ingin lebih sehat dari sebelumnya. Tak jarang merokok menyebabkan sakit yang “berkepanjangan” buat saya, awalnya sakit tenggorokan, kemudian flu, lalu demam dan biasanya diakhiri dengan batuk yang susah sembuhnya.
Tapi bukan berarti saya menjadi orang yang anti dengan orang merokok, saya tidak akan menceramahi orang-orang di sekitar saya yang merokok, saya pun tidak akan sok mengerti tentang kesehatan akibat merokok. Merokok itu adalah hak setiap orang asalkan tidak mengganggu kenyamanan orang lain, semua setuju kan?
Tapi ada sedikit yang membuat saya bertanya kepada diri sendiri, mengapa kita sering/masih melakukan perbuatan yang kita tahu bahwa itu adalah perbuatan yang tidak baik bagi kita sendiri (dan mungkin bagi orang lain). Saya menggunakan kata “kita” dengan maksud bahwa saya juga kadang melakukan perbuatan yang saya tahu itu tidak baik. Merokok mungkin hanyalah satu dari sekian contoh perbuatan yang tidak baik yang saya maksud. Contoh lain silahkan direnungkan sendiri (kalau punya waktu untuk merenung, hehehe).
23 Comment
Bahwa rokok memiliki kemampuan menstimulus otak menjadi kecanduan akan zat dalam rokok menyebabkan kita mengabaikan ke-tidak baikan. Udah terlanjur enak. Bahkan sebuah survey bilang satu hisapan (bukan satu rokok) mampu mengaktifkan stimulus tidak baik itu….
#ebo
hmmmmm jadi itu penyebabnya. Brarti rokok mengandung sesuatu yang merubah pikiran dan kebiasaan kita ya..
saya pernah mencoba merokok secara sengaja sebulan penuh, tapi tetap ga bisa jadi perokok. saya ga bisa menemukan dimana enaknya merokok.
merokok adalah pilihan, saya ga anti perokok, cuman klo pas liat orang ngrokok ditempat2 yang ga pada tempatnya misalnya di boat/jukung penyebrangan, angkot, tempat antre, pengin nonjok juga sih
#devari
wah, sama donk, di keluarga saya (saya, kakak dan ajik) juga seperti itu, nggak tau dimana enaknya, makanya alasan saya lebih kepada ngilangin “tengal” dan gengsi-gengsian. Tp sekarang udah nggak ngerokok lagi
tentang rokok, kurang lebih sama dengan bli made, sejak esempe belajar ngerokok nggak bisa2, tetap saja rasanya nggak enak..
#nyoman
inilah anehnya kita, merokok kok belajar? hahaha.. mungkin karena rasa ingin tahu aja ya..
aku dulu perokok bli, for no obvious reason. tapi akhirnya karena emang ga ketagihan, berhentinya pun bisa mudah dan sampai sekarang ga merokok lagi.
it’s easy to quit, one can even do it a thousand times with ease, kata temen saya
#anima
artinya apa ya?
paling enak itu “dirokok” bung… Huahaha…
Ternyata ada jg temen yg gak ngerokok. Jadi bagi saya, ngrokok gak ada nikmatnya. Mending mabok… Piss
#lengkonk
“i love bir” gitu ya konk?
klo bagi saya, nikmatnya merokok ga bsa diungkapin! Biasanya buat perokok, klo saat dia merokok dan tidak merasakan nikmat rokok tersebut brti si perokok itu lagi sakit (klo saya sech gtu!)
Tapi pengennya sech saya berhenti merokok, tapi sampe saat ini belom bsa! ada yang punya tips & trik?
buat abank lengkonk, ya jelas lah bank, paling enak tu “dirokoki” !!
dan juga bekerja di perusahaan rokok juga enak ya bang ya?
asal asapnya tdk terhisap saya terserah
berhenti merokok sangat susah sekali, apalagi kalo udah ngumpul temen yg pada ngerokok, godaan-nya besar. been there done that
#T-well
Dan enak juga punya temen yg kerja di perusahaan rokok ya well? Setiap plg digagapin satu pak S*******a, hahahaha
#didut
pakai masker donk kalo gitu, hehehe
#adi
godaaannya memang besar sekali, apalagi perokok berat (beratin teman) spt saya, hihihi
@wira
ya enak2 aza sech bang, tapi ampe saat ini blom pernah sech dibawain!
jadi buat abang lengkonk lo pulkam lagi, inget mampir ke markasnya mongkiki ya bro, and jgan lupa bawa rokok’na 1 pak! hehe thanks be4..
#T-well
ntar kasi saya 2 bungkus ya, buat dijual
akhirnya berhenti merokok gara-gara sakit parah, kalo ga parah pasti ga berhenti :D…
#dipoetraz
ya begitulah manusia
sama pak,,
saya juga kikuk,bingung, serba gak enak, sungkan dll,, kalo da temen ato dtang ke kondangan di suguhin rokok,, itu
wahh jadi gak enak nich, ,,
thank’s
ochim
#kuta beach bali
yang gratisan emang paling enak, hahaha
masih inget sama sayah? Temen sekosnya Nisa pas di Sby… yang di baruk… temennya cewemu, yang suka nemenin Nisa ke kosnya cewemu juga…
setelah liat2 FS-mu, kayaknya sih inget, hehehe
temennya Anisa kan?
hyuks, temennya Anissa yg di kerobokan, anak stikom sby, seangkatan ama agus dongkang… sekarang s1 di stikom bali, sama agus juga
oooww, inget kayaknya. kok ga pernah ketemu di stikom bali ya? si dongkang kan kena kelas saya mata kuliah Etika Profesi, hehehe
Aq juga benci ma orang yang perokok coz gara orang-orang perokok tersebut aq jadi ikutan merokok.
hahahaha, anda lucu deh
Leave a Reply