Bagi anda yang berkunjung ke Bali pada bulan-bulan ini dan selanjutnya, mungkin anda sedikit merasa ada yang berbeda di langit, terutama di daerah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Akan ada banyak benda melayang yang biasa disebut layang-layang (kite) atau dalam bahasa Bali biasa disebut “layangan”.
Di Bali, bulan ini bisa dibilang musim layang-layang dimulai dan akan berlangsung sekitar 6 bulan ke depan, yaitu selama angin bertiup konstan dari timur ke barat dan bukan musim hujan. Entah sekarang, cuaca memang agak susah diprediksi.
Kembali tentang layang-layang, di Bali akan ada banyak even bahkan berkelas internasional untuk lomba layang-layang ini. Dari tahun ke tahun even lomba layang-layang (kite festival) memang semakin banyak, mulai dari taraf lokal, nasional dan internasional. Untuk yang level internasional, salah satunya yang biasa digelar di Tanah Lot, kalau tidak salah lomba layang-layang ini diadakan setiap 2 tahun sekali. Namun tetap saja lomba layang-layang yang diadakan di pantai Padang Galak, Sanur yang paling bergengsi dilihat dari banyaknya dan antusias peserta serta penonton.
Layang-layang di Bali mungkin seharusnya bisa dijadikan komoditi pariwisata alternatif. Banyak hal yang bisa ditampilkan kepada wisatawan berkaitan dengan layang-layang ini. Karena saya lihat selama ini antusias wisatawan dalam menonton lomba layang-layang yang digelar di Bali kurang greget. Entah apa penyebabnya, mungkin kurang publikasi atau memang pelaku bisnis di bidang pariwisata kurang tertarik dengan lomba layang-layang.
Kegiatan lomba layang-layang memang kadang menimbulkan pihak yang kontra terutama pada para peserta ketika membawa layang-layang ke lokasi lomba layang-layang karena tidak jarang menimbulkan macet yang luar biasa. Ditambah lagi dengan arogansi mereka yang kebanyakan anak muda ketika di jalan umum. Andai saja mereka bisa lebih bersikap manis di jalan umum, tentu akan sangat membuat kita nyaman.
Foto diambil dari flickr-nya kecek.
8 Comment
The first comment:
Yup setuju pak, harus disiplin dijalan bagi pengusung layang-layang…….saya dulu jaman masih SMA sering ikut ngusung layang-layang ke area lomba, kita jalan kaki karena lokasi lomba tidak terlalu jauh, bangga sekali rasanya…….sekarang setelah dipikir-pikir, saya sudah turut serta melestarikan tradisi melayangan di Sanur walau hanya sebagai penggembira, selain itu layangan dari sanur sering menang lomba terutama jenis janggan (buatan sanur yang paling diminati dulu, apalagi pake taksu)
Ya, inilah Bali.
kalao masalah greget saya rasa masih kok pak, saya bahkan tahun lalu diajak tur sama bule tapi sebelumnya dia ingin liat lomba layang2 di padang galak sanur dan dia dapet info dari flyer atau brosur bukan karena saya yang ajak….tapi kalo seperti yang ditulis di blog ini yaitu kurang greget, bagaimana kalau Blogger Bali yang wajib kasi info kalau ada lomba layang-layang apalagi itu tingkat internasional ke Blogger luar Bali, setuju!!!!
setuju, mudah2an blogger bali bisa ikut mempublikasikan demi kemajuan pariwisata kita juga.
padang galak bukannya tempat esek-esek yah? *bingung sambil garuk-garuk butuh…
ow ow kmu ketahuan, seneng ke padang galak, utk esek-esek, hwahuahuahua
layangan ndk bakalan pernah mati…. selama ada angin dan selama masih masih ada manusia…namun sayang kalau udah misim layangan genteng jadi ancur….[karena di timpa layangan] dan juga jalanan pasti macet..[alna yang bawa layangan pake truk dan kayak orang konvoi..]
hal-hal negatif itulah yang harus kita kurangi, jadi main layang-layang tetap mengasikkan bagi semua pihak
saia suka musim ni
tapi ada sedikit yang mengganjal
sifat arogan dan memenuhi jalan saat
membawa layanagn tersebut yang sanagat saia tidak sukai.
yup, siapapun pasti tidak suka melihat sikap arogan di jalanan yang seringkali diperlihatkan peserta layang-layang, pelakunya memang hanya segelintir orang, tp terlihat seperti semuanya seperti itu.
fotonya cantik banget, selama berlibur di Bali belum pernah sih lihat lomba layang2, di sini musim2 seperti ini aku lumayan sering liat balon udara
kapan-kapan nonton donk.. fotonya diambil dari flickr-nya kecek.
jadi inget waktu kecil dikampung suka main layang2 disawah
hehehe, saya juga
sekarang susah nyari sawah buat maen layangan!
betul bli, skg sudah berubah jadi vila-vila dan pemukiman penduduk
Leave a Reply