Pengalaman Pertama Dengan ODHA
Hari ini saya mendadak ikut seminar HIV & AIDS, dengan tema HIV & AIDS Sebagai Persoalan Dunia Kerja. Saya tidak akan bercerita tentang bagaimana HIV & AIDS karena saat ini bukan kapasitas saya menjelaskan hal itu walaupun sudah beberapa kali saya mengikuti seminar tentang HIV & AIDS ini.
Hal yang menarik dan berkesan bagi saya dalam mengikuti seminar tadi adalah karena ini pertama kalinya bagi saya melihat langsung dan mendengar cerita dari seorang ODHA (Orang Dengan HIV / AIDS). Dalam seminar tadi saya juga mengerti bagaimana kerahasiaan tentang penyandang HIV / AIDS ini seharusnya dijaga karena dampaknya sangat besar sekali terhadap ODHA karena dapat menimbulkan diskriminasi, stigma yang buruk dan berbagai hal lainnya yang harus siap dihadapi oleh ODHA.
Jadi sebagian besar ODHA merahasiakan dan dirahasiakan keadaannya demi menghindari perilaku masyarakat kita di Indonesia yang masih awam tentang HIV & AIDS sehingga memperlakukan ODHA dengan tidak baik, serta cenderung mendiskriminasi ODHA.
Yang sangat berkesan bagi saya adalah bagaimana ODHA tadi, yang bernama Nodi, dengan berbesar hati mengakui dan bercerita tentang perjalanan hidupnya. Sikap ini sungguh membuat saya salut kepadanya, karena saya yakin belum tentu semua orang bisa berbuat seperti dia. Saya pun sempat malu kepada diri saya sendiri, karena sebelumnya sempat memandang sinis kepadanya karena dia sempat mondar-mandir sembari menerima telepon di HP-nya. Saya sama sekali tidak tahu bahwa dia seorang ODHA.
Pandangan saya berubah 180 derajat ketika pembawa acara memperkenalkan dia sebagai seorang ODHA, dan mempersilahkan dia bercerita bagaimana awalnya dari dia sebagai pengguna narkoba suntik, kemudian masuk rehabilitasi, lalu divonis HIV+ dan dia pun mengatakan dunia sempat terasa mau kiamat baginya. Namun dia bisa bangkit serta berbagi pengalaman bahkan berbuat sesuatu yang sangat berguna bagi orang lain.
Kembali saya mendapat pengalaman berharga dalam kejadian tadi. Kalimat “dont judge a book by the cover” memang gampang diucapkan, tapi dalam prakteknya kita sering lupa dan melakukan kesalahan tanpa kita sadari. Mudah-mudahan pengalaman ini membuat saya menjadi manusia yang lebih baik lagi.



Salam
Memang mereka luar biasa ! Mereka tahu apa yang harus dilakukan pada sisa umur mereka tanpa pesimisme….,padahal mereka tahu akan hari-hari terakhirnya.
Marilah kita bantu usaha penyegahan Penyebaran AIDS ini………..
@Arie
mungkin tulisan ini adalah salah satu cara saya membantu..