Di Bali orang sangat percaya dengan adanya ‘dunia lain‘ yang merupakan manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa. Ada pula kepercayaan yang disebut ‘Dewa Ya Bhuta Ya‘, yang artinya kurang lebih bahwa sesuatu di luar dunia kita bisa menjadi Dewa (baik) dan juga bisa menjadi Bhuta (jahat). ‘Mereka‘ menjadi jahat pada kita kalau kita tidak memperlakukan ‘mereka‘ dengan baik. Ini pula yang mungkin terjadi di tempat saya mencari sesuap nasi saat ini.
Sudah genap seminggu kejadian aneh yaitu kerasukan terjadi pada anak-anak. Dimulai dari hari sabtu minggu lalu, satu orang pingsan, dan setiap hari semakin bertambah, hingga puncaknya hari selasa hingga jumat kemarin masih ada yang kerasukan. Murid-murid yang kerasukan pun orangnya itu-itu saja. Ketika kerasukan pun permintaannya juga sama, dan ketika dihubung-hubungkan telah menjadi suatu cerita apa yang terjadi di dunia ‘mereka‘.
Sekumpulan keluarga ‘mereka‘ telah diganggu tempat tinggalnya, rumahnya dirusak tanpa pemberitahuan, kini ‘mereka‘ tidak memiliki tempat tinggal. ‘Mereka‘ sampai menangis, mengamuk, memohon agar rumahnya dikembalikan atau dibuatkan yang baru walaupun kecil (simbolis) saja. Tetapi beliau pemilik sah tempat ini di dunia nyata tidak berkenan memenuhi apalagi percaya dengan hal itu. Kemudian ‘mereka‘ sampai mengancam akan membuat suatu kejadian di tempat ini, atau ‘mengajak‘ seseorang ke dunia ‘mereka‘.
Hal ini memang dilema bagi saya dan juga teman-teman disini. Karena masalah kepercayaan apalagi agama adalah sesuatu yang sangat sensitif dan juga prinsipil. Sampai tadi pagi akhirnya pemilik sah tempat ini di dunia nyata telah memberikan pengarahan yang isinya kurang lebih begini, “kembalilah bekerja seperti biasa, biarkan tim kami yang akan menangani masalah seperti ini, kalau misalkan ada terjadi lagi, biarlah kami yang menangani dengan cara kami.”
Sebagai seorang yang hanya bekerja dan mencari makan disini, saya dan juga yang lainnya hanya akan “wait and see” sesuai dengan petunjuk beliau, karena memang begitulah seharusnya, ini bukan urusan kami. Saya juga ikut berdoa dalam hati, semoga tidak ada lagi kejadian seperti itu lagi, kalaupun ada, semoga siapa yang bersalah, dialah yang menerima akibatnya.
Sekarang? back to work…
10 Comment
Lha… Maksudnya ada hantu gitu???
orang Bali(Hindu) menyebut itu “wong samar”, semacam penunggu tempat itu.
yah namanya hidup di Bali yah bli..
Benar, mungkin ini sebagian dari eksotisme Bali.
nice article. thanks bro. jadi tambah tau nih.
tengkyu kembali..
berarti beritanya masih bersambung nie? aku tunggu part2nya yah.
Sementara kondisi sekarang sudah kembali kondusif, anak2 sedang UAS. Kalau normal begini, brarti tidak ada sambungannya..
pak dosen. aku usul aja. gimana kalau semua blogger bali diminta utk kirim email ke dunia “mereka” dg bahasa-bahasa “kita”.
siapa tau email kita akan diterima “mereka”. soalnya kan sama2 dunia “maya”. :))
usul yang bagus..
tapi alamat email “mereka” apa ya?
maaf pak gulu saya numpang tawa sejenak …. sekarang ANAK²-nya gimana, tolong numpang di promosikan buat SISWI² yang cantik dung pak …
yang cantik tarifnya mahal… hehehe
Kalo sering2 terjadi yg begituan kaya nya ok deh, jadi saya ndak ngajar karena muridnya sambrag ketakutan sedangkan saya masi bisa nerima uang ngajar, ok khan tuh?
mudah-mudahan bsk dimulai lagi kerauhannya, hwuahuhwuawa…
eh mas, muridnya sambrag bukan krn kerauhan, tp karena liat tampangnya situ…
yang kerauhan tu kan banyakan yang cewe, jadi ada yang dapat kesempatan neh…
*menunggu giliran untuk menggendong dan ngasi napas buatan*
ah, itu otak isinya pasir doang..
kirain dunia maya aka cyber world
sama-sama maya kan?
@wira,anton: emailnya memedi@wongsamar.dm qeqeqeh (dm tuh domain dunia maya)
hwuahuahuahaaa…
sayang, domain http://panakleak.com/ udah ada yg punya
Leave a Reply