Kali ini saya akan mencoba membuat program C++ yang sangat amat sederhana sekali, yaitu program C++ untuk mengetahui apakah sebuah bilangan adalah bilangan prima atau bukan. Contoh program ini sering sekali saya gunakan ketika mengajar, terutama untuk pelajaran / mata kuliah Algoritma dan Pemrograman. Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui sebuah bilangan adalah bilangan prima atau bukan dengan menggunakan program yang dibuat dengan C++?
Bisa dibilang sederhana sekali, tetapi yang perlu diperhatikan adalah langkah-langkah kita menyelesaikan masalah ini. Saya sebut masalah agar berhubungan dengan pengertian algoritma yaitu langkah-langkah logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah.
Setelah di postingan sebelumnya kita mengetahui bagaimana kita bisa mengetahui suatu bilangan adalah bilangan ganjil atau bilangan genap, kita akan mencoba membuat programnya menggunakan C++. Kalau mau dibuat pseudocode-nya, kurang lebih adalah seperti ini :
Bagi anda yang telah lulus SD tentu saja tidak sulit untuk mengetahui yang mana yang merupakan bilangan ganjil dan yang mana yang merupakan bilangan genap. Misalnya ketika ditanya, “Apakah 10 adalah bilangan genap?”, pasti dengan cepat kita menjawab “Iya”, begitu juga ketika ditanya “Apakah 15 adalah bilangan genap?”, kita akan dengan sigap (kayak tentara aja) menjawab “Tidak”.
Tapi bagaimana kalau ditanya lagi, “Bagaimana anda tahu 10 adalah bilangan genap dan 15 adalah bilangan ganjil”. Dari beberapa pengalaman saya mengajar di pelajaran / mata kuliah Algoritma dan Pemrograman, tidak semua siswa atau mahasiswa bisa menjawab pertanyaan logika ini. Disinilah salah satu awal dari logika kita, dimana logika merupakan kunci dari algoritma.
Sesuai pertanyaan saudari Poni (namanya lucu juga ya, hehehe) disini maka saya mencoba membuat program C++ sederhana untuk membuat menu yang diminta. Sebenarnya Poni bertanya tentang tugas program C++ yang diberikan dosennya, seperti yang ditanyakan pada komentar sebelumnya. Tapi karena saya agak sibuk dan juga biar nanti saya tidak dimarah sama dosen yang memberikan tugas tersebut, maka untuk metode sorting (pengurutan) dan searching (pencarian) yang bisa menggunakan metode-metode seperti bubble sort, quick sort, dan metode-metode lainnya, saudari poni mungkin mencari sendiri baik di internet ataupun di buku struktur data. Gampang kok..
Seperti pada postingan saya sebelumnya (dalam bahasa inggris yang acak adut) bahwa untuk belajar pemrograman sebaiknya kita belajar algoritma terlebih dahulu. Menurut saya idealnya belajar algoritma dulu, baru kemudian belajar bahasa pemrograman. Kalau kita langsung belajar bahasa pemrograman tanpa memiliki dasar algoritma yang kuat, maka kemungkinan kita akan menemukan lebih banyak kesulitan. Seperti yang banyak dirasakan oleh teman-teman mahasiswa.
Sayangnya, ada juga kampus yang agak memaksakan kurikulum yang diberikan di kampus. Kalau waktu saya kuliah dulu, mata kuliah algoritma saya dapatkan hingga semester 3. Dan semester 4 baru mulai belajar Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming / OOP). Namun bisa dibilang saya juga sama sekali belum bisa menerapkan OOP ini.