Membaca postingan pak Anton tentang bahasa Bali dan bahasa Jawa disini, memang terdapat banyak keunikan di antara bahasa Bali dan bahasa Jawa ini. Banyak kosakata yang sama namun memiliki tingkatan (halus atau kasar) yang berbeda. Contoh saja kata “asu”, artinya sama-sama “anjing” tetapi di Bali merupakan bahasa halus dan di Jawa sangat kasar. Ada juga kata yang sama namun memiliki arti yang berbeda walaupun masih dalam lingkup yang sama (aduh, susah jelasin), misalnya kata “gedang”, di Bali ini artinya pepaya namun di Jawa artinya pisang.
Bahasa Jawa yang saya ceritakan disini adalah bahasa Jawa yang saya tahu, karena katanya seperti di Bali yang setiap dareah memiliki perbedaan bahasa, di Jawa pun begitu. Ada cerita yang mungkin lucu tentang keunikan bahasa Bali dan Jawa ini, ceritanya si A (orang Jawa) yang merantau ke Bali dan masih belajar bahasa Bali mencoba menyapa orang Bali (si B) yang belum lama dikenalnya.
si A : “kal kija?” (mau kemana)
si B : “cang kemu” (bali = saya kesana, jawa = mulutmu!)
Bisa dibayangkan kesalahpahaman yang terjadi setelah itu.