i’m unique
Algoritma dan Bahasa Pemrograman, yang mana duluan?
06
May
2008

Seperti pada postingan saya sebelumnya (dalam bahasa inggris yang acak adut) bahwa untuk belajar pemrograman sebaiknya kita belajar algoritma terlebih dahulu. Menurut saya idealnya belajar algoritma dulu, baru kemudian belajar bahasa pemrograman. Kalau kita langsung belajar bahasa pemrograman tanpa memiliki dasar algoritma yang kuat, maka kemungkinan kita akan menemukan lebih banyak kesulitan. Seperti yang banyak dirasakan oleh teman-teman mahasiswa.

Sayangnya, ada juga kampus yang agak memaksakan kurikulum yang diberikan di kampus. Kalau waktu saya kuliah dulu, mata kuliah algoritma saya dapatkan hingga semester 3. Dan semester 4 baru mulai belajar Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming / OOP). Namun bisa dibilang saya juga sama sekali belum bisa menerapkan OOP ini.

Read the rest of this entry »

Bingung Ngasi Judul
15
January
2008

Belakangan ini, berita tentang mantan presiden RI, Soeharto, selalu menghiasi media, baik cetak maupun elektronik. Termasuk postingan para blogger juga tak jarang yang menjadikan sakitnya Soeharto sebagai bahasan. Ada yang simpati terhadapnya, ada juga yang masih ingin mengadili pak Harto. Lalu bagaimana menurut saya, ah saya sih no comment sajalah. Saya tidak paham hal seperti itu, biarlah yang lebih ahli yang menanganinya.

Tapi, menurut saya, ada pelajaran yang bisa kita ambil dan mungkin luput dari perhatian kita. Orang bali bilang, ada tiga bagian dari kehidupan ini yaitu : lahir (utpeti), hidup (stiti), mati (pralina). Dengan kata lain, bahwa kita semua akan berakhir pada kematian (wuih, serem banget kata ini). Sehebat apapun kita, sekuat apapun, akhirnya ya akan mati juga. Saya tidak bermaksud membahas tentang kematian, karena daripada memikirkan kapan kematian menjemput, lebih baik memikirkan apa yang akan kita isi untuk kehidupan ini, agar hidup lebih berarti.

Soeharto, sang penguasa Orde Baru memang belum menemui ajal, tapi nanti akan terbukti bahwa uang dan kekuasaan bukanlah segalanya, uang dan kekuasaan tak dapat menghalangi kematian menjemput. Saya sering bertanya dalam hati, sebanyak apakah harta yang ingin kita kumpulkan dalam hidup ini? satu juta? satu milyar? triliun? dst… Tak akan pernah ada kata cukup, diakui atau tidak, manusia tak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya, saya rasa ini sifat dasar manusia dan sangat manusiawi. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan? Menurut saya sih simple saja, bersyukur, berdoa dan berusaha. Apa yang kita ingin dalam hidup kita ini, ya sudah berdoa dan berusahalah untuk meraihnya, tentu saja dengan jalan yang benar dan tidak merugikan makhluk lain. Lalu apapun hasil dari usaha kita, syukurilah. That’s it..

Catatan : postingan ini bukan bermaksud menasehati, apalagi sok. Layaknya tukang cukur rambut, walaupun pintar mencukur orang lain, tapi tak bisa mencukur rambutnya sendiri dengan baik, dan dia berharap orang lain bisa membantunya. Kita tak akan pernah dapat menatap wajah kita sendiri, dan ketika itulah kita butuh cermin.