Setahun yang lalu, di hari Pendidikan Nasional tahun 2007, saya menulis ini. Tapi kali ini, di tempat kerja yang baru, tetapi tetap tidak jauh dari kata pendidikan. Ada banyak hal yang saya lihat dan temukan, namun tidak semua bisa diungkapkan dengan kata ataupun tulisan, tentang bagaimana wajah pendidikan kita.
Saya biarkan saja seperti pepatah bali “depang anake ngadanin”, dalam artian biarkan masyarakat yang menilai bagaimana kinerja guru, sekolah, pemerintah dan masyarakat sendiri yang ikut andil dalam dunia pendidikan. Untuk saat ini, saya belum berani bisa bicara. Artinya, sekarang untuk introspeksi diri saja dulu, perbaiki mulai dalam hati.
Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga dunia pendidikan berlari ke arah yang benar.
Ujian Nasional tingkat SMA/SMK akan dilaksanakan beberapa hari lagi, tepatnya hari Selasa 22 April 2008 hingga Rabu 24 April 2008. Para siswa saat ini kemungkinan besar sedang gencar-gencarnya belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional ini. Ini tentu saja bagi mereka yang benar-benar ingin lulus. Atau ada juga siswa yang sudah pasrah karena melihat hasil pemantapan Ujian Nasional kemarin mereka nggak lulus. Atau jangan-jangan ada sibuk mencari bocoran (hehehe, jadi ingat masa lalu).
Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk pendidikan di Bali rencananya akan dipotong sampai 61 milyar rupiah. Terjadi penolakan dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Di daerah lain di luar Bali juga terjadi penolakan. Banyak yang berpendapat bahwa seharusnya bukan biaya di bidang pendidikan yang dipotong, tetapi yang lain misalnya dana bantuan untuk partai politik.
Sejak beberapa tahun belakangan ini, Ujian Nasional (UN) menjadi momok yang menakutkan bagi para siswa terutama SMA. Bagaimana tidak, kelulusan mereka ditentukan dari Ujian Nasional ini. Bahkan saya melihat sendiri bagaimana seorang saudara dekat saya yang bersekolah di kawasan jalan kamboja denpasar tidak lulus Ujian Nasional ini. Keluarganya sempat shock, untungnya masalah ini telah dilewati dan tidak terlalu dipikirkan lagi. Read the rest of this entry »
Membaca kuisioner murid SMK Triatma Jaya di akhir semester ini, seperti berkaca pada cermin. Rupanya seperti inilah tampang saya di hadapan mereka. Ada yang bilang begini, begitu, dan seterusnya. But, overall kayaknya mereka suka cara saya mengajar (*narsis mode on), setidaknya jauh dari caci maki (seperti dialami guru yang lain). Berikut beberapa komentar tersebut :
Kalau mengajar saya harap bapak jangan terlalu galak dan tidak mengusir siswa dari kelas.
Kalau masuk ke lab komputer, setelah selesai pelajaran, tolong dong kasi waktu buat main game, biar kepalanya jadi relaks.
Kami senang apabila mengajar di kelas kami. Kami menjadi lebih senang apabila bapak memberi materi yang lebih jelas.
Pada saat mengajar sangat baik walaupun agak ketat.
Gurunya keren!!! Ganteng, cakep, baek!!! Baik hati!!! Gaul!!! Ney mare adane guru!!!
Materi yang diberikan ketinggalan. Mending perbanyak praktek, tp jangan yang gampang!! yg diajar selama ini terlalu dasar, spt menghidup matikan komputer, anak SD juuga tau!! yang lebih berbobot donk pak!
Jam di lab komputer tolong diperpanjang.
Kami mau para guru mengikuti cara mengajar bpk wira.
Saya bukanlah murid yang pintar seperti yg bapak harapkan. Tapi satu yang kami mau yaitu belajar… belajar… dan terus belajar…!!!
Kami senang kalau bapak tetap mengajar di kelas kami, karena bapak ramah kepada saya, harap bapak masih betah mengajar kami. Terima kasih.
Pak, klo buat soal jangan banyak2!!!. PUSING PAK..!!!
Maaf, sekarang saya lagi gak bisa komen, meybe lain kali ja ya pak!!! Selamat mengajar!!! Hehe :p
Pak Wira sudah mengajar dengan baik di kelas yaitu kehadiran, cara mengajar dan cara bapak menyampaikan materi pelajaran dan saya bisa mengerti pelajaran bapak. Jadi!!! Pertahankan yaw pak!!! Tingkatkan terus cara mengajar yang good!!!
Saya suka cara bapak mengajar, tapi jika berbicara di depan kelas kurang keras.
Beliau dalam mengajar sangat baik.
Perbanyak praktek agar siswa lebih mengerti!!!
Pak Wira, misal kalau anak-anak kurang tolong ditambahin ya! Supaya nilai anak-anak tinggi! Hidup Pak Wira!!!
Pak, kalau buat soal jangan asal ketik!!!!
Pak Wira mengajar saya sangat baik dan bijaksana. Pokokna pak wira baik dech.
Bila pak wira mengajar tingkatkanlah humornya sedikit agar kami tidak ngantuk.
Pak tolong ya anak-anak ditegur/diberi sangsi yang ribut soalnya mengganggu konsentrasi pak. Semuanya usah okey tidak ada lagi yang dikomentari. Thanks Good bless you.