
Diklat Prajabatan akhirnya selesai juga. Sabtu 30 mei kemarin adalah hari terakhir, sekitar jam 5 sore saya pulang, tapi karena malam harinya langsung datang ke resepsi pernikahan seorang teman jadi saya belum sempat menulis. Ada banyak sekali hal yang sangat berkesan yang saya rasakan selama mengikuti Diklat Prajabatan di Badan Diklat Provinsi Bali.
Pertama, mungkin ini adalah ujian terberat saya. Bayangkan, Diklat Prajabatan ini saya ikuti tepat 2 minggu setelah hari pernikahan saya. Bagaimana rasa rindu dengan istri dan juga meninggalkan istri yang masih beradaptasi di rumah adalah suatu hal yang tidak mudah untuk saya lewati. Memang sih di hari libur saya mendapat kesempatan pulang selama 24 jam bahkan kurang, namun itu tetaplah belum cukup dan berat rasanya. Untunglah saya bisa enjoy di asrama berkat teman-teman Diklat yang selalu bersemangat.
Kedua, mengenal banyak karakter orang. Angkatan saya terdiri dari 46 orang termasuk saya, dan saya berusaha mempelajari karakter mereka semua. Ada yang kalem, aktif, pendiam, senang bicara, banyak ide, inspiratif, pokoknya lengkap dech… But, overall semuanya baik dan saya percaya semua adalah orang-orang pilihan serta smart setidaknya di bidang mereka masing-masing.
Ketiga, saya mendapat banyak inspirasi terutama tentang hidup ini. Pola pikir saya mungkin sedikit berubah, tentunya ke arah yang lebih baik. Ada banyak kejadian yang tidak bisa saya jelaskan satu persatu yang membuat saya semakin optimis dalam menjalani hidup ini.
Keempat, kebersamaan, inilah mungkin yang menjadi hal paling menyenangkan dalam Diklat ini, bisa dibilang saya adalah orang pertama yang ‘dikerjai’ oleh anak-anak DepKumHam, mereka berpura-pura bertengkar antara sesama teman untuk menguji apakah saya punya empati dan apakah saya akan memihak salah satu. Saya bangga pada diri sendiri, saya merasa lolos dari ujian ini.
Cukup sampai disini saja, karena jika dilanjutkan rasanya tangan ini tak akan bisa berhenti mengetik. Untuk teman-teman Diklat Prajabatan Golongan III Angkatan VII yang membaca tulisan ini, saya rindu pada kalian… Di akhir acara “Keakraban” ketika kami bersama-sama menyanyikan lagu “Kemesraan”, hati saya rasanya cukup gundah, entah bagaimana, mungkin saya yang terlalu menghayatinya..
Selamat Bertugas Kawan, Semoga Kelak Kita Berjumpa Lagi, Dalam Waktu dan Keadaan Yang Lebih Indah…
thanks God, You give me more than I need..