Setelah membaca tulisan pak anton disini dan disini, saya jadi tertarik untuk ikut berkomentar tentang mantan Kapolda yang satu ini. Saya memang bukan bebotoh, tapi tidak sedikit sanak saudara saya yang bergelut di bidang ini. Kakak sepupu saya dulu penghasilan tetap-nya adalah bekerja sebagai “saya” di tajen. Seorang paman dekat saya dulu bahkan seorang bos tajen yang disegani. Kakak kandung dan ayah saya sendiri juga dulu hampir setiap hari ke tajen walau hanya untuk menikmati nasi be guling. Jadi setidaknya saya tahu bagaimana kehidupan bebotoh.
Sehubungan dengan atraksi politik (ciye… politik bro, tumben saya berani nulis gini) pak Made Mangku Pastika yang dulu sangat anti dengan tajen dan memberangus tajen yang ada di Bali dan kini malah terbalik 540 derajat, saya heran, ternyata politik itu memang dinamis, bisa merubah pendirian dan sikap seseorang demi tujuan tertentu. Pertanyaannya, mengapa baru sekarang Mangku Pastika mengatakan ingin melestarikan tajen dan memuji segala kebaikan tajen? Bahkan sampai mengatakan bahwa tajen adalah warisan budaya? Mengapa sikap ini tidak diungkapkan ketika menjadi Kapolda.
Kemudian saya sempat membaca penjelasan Mangku Pastika dikoran, bahwa masyarakat jangan salah paham, katanya yang ingin dilestarikan adalah tajen sebagai warisan budaya, dan unsur judinya harus dihilangkan. Apa mungkin bisa menghilangkan unsur judi dalam tajen? Kalau memang betul bisa, ini hebat sekali!
Saya bukannya pro ataupun kontra untuk tajen ini, karena saya sendiri juga melihat ada sisi baik dari judi tajen ini seperti adanya kegiatan ekonomi seperti penjual makanan (nasi be guling, wuih enaknya), dan pedagang2 lainnya yang memperoleh penghasilan adanya tajen.
Kita lihat saja, seandainya Mangku Pastika nanti mampu terpilih menjadi Gubernur, apakah dia benar-benar bisa menyelesaikan pro dan kontra tajen sebagai judi yang terjadi selama ini. Atau ini hanya sebatas wacana untuk menarik hati bebotoh, karena bebotoh kenyataannya memiliki pendukung yang tidak sedikit di masyarakat.
24 Comment
weh….. pilkada yah
pilkadal kaleee..
hukum politik dan hukum aparatur kadang kala berbeda, untuk Pak mangku saya tetap salut atas keberhasilannya menangkap pelaku terroris bom bali I dan II, kebetulan saya bekerja pada sektor pariwisata,
jujur saja saya berhutang budi kepada nya,
untuk urusan pilgub, saya sendiri tidak perlu diberikan program-program yang gratis, yg penting stabilitas keamanan dapat terjaga, sehingga perekonomian dapat berjalan dengan baik, dimana saya tetap dapat pekerjaan, dan dari hasil jerih payah saya, akan saya gunakan untuk biaya pendidikan dan kesehatan serta yang lainnya, sebaiknya program gratis diberikan kepada fakir miskin saja.
Bagi calon pemimpin ke Depan, saya setuju untuk memperhatikan masalah Penyakit masyarakat yang didalamnya ada bebotoh, mengingat bebotoh ini jumlahnya besar, Baik bebotoh tajen, Ceki, Spirit, sanghong, biliard, dan lain sebagainya, didalam satu banjar saja jumlahnya sampai 70 % dari jumlah masyarakat, contohnya di banjar saya, Pada saat “magebagan†dalam acara pitra, manusa, dan Dewa nyadnya, 70% masyarakat berjudi. termasuk juga “Pemangkuâ€
bahkan ada juga yang menggali dana untuk dewa yadnya melalui Judi.
kalau di kota saya tidak tau, tapi di desa-desa itulah kenyataanya, sepertinya ini merupakan sebuah tradisi di sistem ada/pakraman yang ada di Bali. Nah bagaimanakah solusinya ?? apakah harus dipenjarakan semua ???, muatkan jumlah LP di Bali bilamana bebotoh di Penjarakan kalau sampai 70% masyarakat bali suka Judi ???, cukupkan jumlah petugas keamanan, kejaksaan, dan pengadilan untuk menangani kasusnya ???,
Menurut saya apa yang dilakukan Pak Mangku sebagai calon Bali 1 adalah hal yang tepat, hukum yang digunakan sebagai penanganan penyakit masyarakat, pendekatan-pendekatan itu perlu juga perlu…………karena pemimpin perlu mengayomi seluruh masyarakatnya dan mengarahkan supaya terhindar dari hal-hal yang menyesatkan dan mengsengsarakan.
thanks.
terima kasih komentarnya, untuk urusan pemimpin Bali, siapapun yang menang, semoga bisa menjadikan Bali lebih baik dari sebelumnya.
Lho? tajen sama judi kan saling berkaitan bukan?
yes
setelah tajen, nanti prostitusi, lalu kasino (di Nusa Penida)
hehehe mantabss, welcome to Macau
Lama2 jadi kayak gini : “Welcome to Bali, The Island Of Gamblers”, hahahahaha
bli tolong telpon bali tv terus suruh dia nayangin iklan tentang pasal 33 kuhp yang isinya
“judi itu melanggar hukum,meresahkan masyarakat…bla..bla..bla…”
biar inget dia ama yang di omongin.
hahaha, kata bali tv, iklannya udah kadaluarsa
suksma nggih ampun melali di blog tiang..
yoi, sama2
Saya kira yang dikeberatkan oleh temen2 yang membahas ini adalah Pak Mangku-nya karena apa yang diucapkan dulu ketika jadi kapolda dan ketika mau jadi cagub berbeda.
benar sekali, kalau pemimpin-nya plin-plan (terlihat begitu), bagaimana rakyat bisa percaya? tull nggak… alah…
btw, muter 540 derajat itu yg gimana ya?
360 derajat plus 180 derajat, jadi muter kanti pengeng
ya inilah saatnya merangkul para bebotoh,
masih calon kan bebas ngomong apa..
jangan2 artinya : “inilah saatnya kita ikut tajen”, hehehehe
kalau saya melihat tidak ada inkonsisten dalam diri Mangku Pastika, karena masih berada didalam rel, dan peraturan yang mendukung. karena peraturan saat menjadi kapolda, dan menjadi gubernur berbeda pula. Sama Halnya Koalisi bali dwipa telah membelot/mengingkari janjinya Ke kualisi kebangkitan bali. semasih didalam aturan main itu sah-sah saja.
kalau calon Gubernur mencari dukungan ke bebotoh saya kira sah-sah saja, jangankan bebotoh, PSK pun Boleh, asalkan orang-orang tersebut terdaftar sebagai pemilih.
Ya, semoga saja misalkan Mangku Pastika yang memimpin Bali, kepentingan rakyat Bali secara umum bisa dijalankan.
Saya termasuk orang yang kecewa dengan jargon politik ini. Sial, kapan ya dunia politik itu jujur.
Kayaknya masih lama dok… hehehe
Saya Vote untuk Pastika,
CBS ?? belum saatnya, gianyar sudah pernah jadi gubernur, hasilnya ??? sunset road dibangun ke timur doang ??? mau bisnis dengan Timtim ???
Winasa ??? (bupati sedekah) belum siap dipimpin yg ga memahami agama hindu. waktu bom kuta, saat pecaruan, jembrana menolak pasang penjor…
sudah terbukti bali resesi setelah keamanannya bobol, mumpung pak mangku di kenal di internasional, saat ini saya berikan kepercayaan samanya. Puspayoga so its Ok
Suksma, mari gunakan hak pilih kita.
Helo sudah lama tak mampir sini apa kabar ?
Baik, thanks udah mampir.
Siapa yang ga kenal dengan Mangku pastika?
saya kagum dengan dia.. dia mempunyai jiwa yang peduli, baik dari segi keamanan dan ajeg bali…kekaguman saya dengan dia pada waktu dia bertugas di polda papua dan mungkin roh atau jiwa yang menjadi korban bom bali 1 memangilnya untuk melaksanakan tugas kemanusiaan. pada ahkirnya budi setiawan yang pada saat itu menjadi kapolda bali menjadi kebingungan dengan adanya kasys besar dan yang menghebohkan seluruh dunia. berbagai upaya di lakukan dari polri maupu inteljen di seluruh negara untuk mengukapkan kasus bom bali 1 itu. pada akhirnya berkat koordinasi dari pak mangku pastika dan seluruh jajaran nya akhirnya gembong teroris bisa di temukan dan di tahan.
apa jadilah bali tanpa pariwisata? sama seperti lombok yang APBD daerah cukup bisa membayar PNS aja… apa jadinya kalau teroris tidak di ketemukan? bali akan menjadi jawa kedua… pengganguran,pemerkosaan,perebutan lahan,pembunuhan hanya upah 50 ribu… dan juga kuta akan menjadi bukan daerah impian lagi… ( bali suram )maka itu beliau ada di sisi kita…
Pak mangku berjuang lah…masalah pendidikan gratis itu bisa di ambil di APBD daerah dan ajeg bali ini yang aman dan di takuti dari pihak luar..
Tentang kebaikan dan kekurangan masing2 calon, saya kurang tahu detail. So, mari gunakan hak pilih dengan baik, sehingga siapapun yang terpilih merupakan pilihan rakyat.
hee…? serius?! dulu aku setiap hari liat berita di koran, kalo bapak itu, dengan bringas melarang tajen. kok sekarang bisa berubah gitu? **mikir**
ga usah mikir, udah jelas demi itu…!
Hehe mau ke air panas yah ? aduh gak tau
ngejelasinya, pokoknya dari Bedugul kira-kira
10 km, letaknya di Desa Angseri, gitu orang-orang di pasar Bedugul pada tahu juga kok.
Met berlibur yah.
Makasi infonya, liburan nanti kayaknya seru nih kalau kesana.
sedari awal saya gak tertarik dgn politik Bli. karena memang rata2 politik itu kotor. Tapi kaitan dengan Cagub, smentara ini saya malah cenderung optimis dengan Winasa-Alit Putra. ndak tau deh nanti.
sama
Politik itu kejam …. tapi biarlah ing milu milu saya
Mungkin nggak ya itu cuma akal2annya Pak Mangku saja ?! sebelum jadi gub para bebotoh dibaik2in, tapi begitu jadi Gub lgs kasi instruksi sama pihak berwenang buat memberantas *sok tehe mode on*
Soal Cagub, Winasa - Alit banyak pendukungnya, tapi kalo saya belum ada ide milih sapa, kita lihat saja nanti …. hahahahaha
Saya sih bisa berdoa aja, semoga Ida Sang Hyang Widhi bisa membuat yang terpilih itu pemimpin yang terbaik untuk Bali.
*sok religuis mode on
Saya tidak mempersalahkan Pak Mangku Pastika, atau calon bali 1 lainnya mencari dukungan ke bebotoh, atau yang lainnya, semasih berada didalam peraturan pemilu.
Bahkan kalau ada gubernur yang ingin mengijinkan pembangunan kasino di Bali, saya orang PERTAMA BILANG SETUJU. alasannya ??? :
1. Negara Indonesia Pinjam Duit dari Amerika, melalui IMF dan Bank Dunia, dimana sumber duit itu merupakan hasil Pajak Hiburan dan rekreasi yang ada di Amerika berupa pajak kasino di las vegas dan lotree yang ada di Inggris, Jadi siapa yang pernah pinjam uang di Bank yang ada di Indonesia notabene merupakan perputaran uang JUDI juga.
2. Sudah terbukti Negara Thailand, Singapore cepat berkembang dan mampu menangani krisis moneter 1998 karena sex tourism dan togel.
montogen malu, nuu liu biin alasane
matur suksema
Setuju saja sih sebenarnya, setidaknya itu lebih baik daripada kita munafik, ada undang-undang anti judi tapi judi-nya tetap jalan. Tul kan?
—-sisi baik dari judi tajen ini seperti adanya kegiatan ekonomi seperti penjual makanan (nasi be guling, wuih enaknya)–
kalo gitu kita usul saja agar pastika jualan babi guling. hahaha..
Biar nanti pak anton buat tulisan kulinernya ya…. Hwuahuahua..
fenomena gras root http://pastika.wordpress.com
kampanye via internet
iya dari tajen itu ada sisi baik dan buruknya
tapi satu hal, “be cundang ” hasil tajennya itu enak klo dimasak ya..
heheheheheheh
percaya ga percaya, dulu sewaktu saya masih SD, bokap masih sering ke tajen dan hampir tiap hari kami makan be cundang, dan sekarang bokap ga berani makan daging ayam, jgnkan makan, ada baunya sedikit saja beliau pasti muntah
@wira
hah..??? karna trauma ya..?
klo ayahku lebih suka “ceki” dan ga suka tajen.
tapi sekarang sudah tidak lagi.. udah bosen kali, atau sudah sadar, itu cuma menghabiskan duit saja hehehe
ya, begitulah, tapi skg tajen semakin jarang dan orang2 disini juga mulai melupakan tajen walaupun beberapa masih tetap ke tajen
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT BALI UNTUK MEMILIH DAN MEMENANGKAN MANGKU PASTIKA DAN PUSPAYOGA SEBAGAI GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR BALI 2008 - 2013
selamat buat pak mangku, semoga apa yang telah dijanjikan kepada masyarakat bali bisa terlaksana
pak mangku itu baru orang bali sejati, berapa tahun pergi merantau, tapi dengar bahasa balinya masih sangat enak untuk didengar, maka itu kira2 dimana ya bisa dapatkan rekaman/copy debat ataupun kampaye pak mangku, siapa tahu nanti berguna untuk anak saya yang akan jadi presiden bali
Leave a Reply