MotoGP seri kelima di sirkuit Le Mans ini memang membuat saya senang. Sebagai penggemar Valentino Rossi sejak dia masih menggunakan Honda, tentu saja saya senang ketika Rossi menang, apalagi jagoan baru saya bang Lorenzo juga berada di posisi kedua walau ketika naik podium dia masih dibantu dengan tongkatnya. Satu hal terpenting yang membuat saya semakin senang, Stoner semakin terpuruk setelah hanya mampu finish di posisi 16. Semakin terbukti pendapat saya bahwa Stoner juara dunia tahun 2007 lalu adalah lebih karena faktor motor, bukan skill, hehehe.
Sudah ah, nanti postingan saya semakin menjauh dari judul. Trans TV dan Trans7 (dulunya namanya TV7) adalah dua stasiun TV nasional yang lebih favorit bagi saya dibanding stasiun TV nasional lain yang bisanya menyiarkan sinetron nggak karuan sampai tengah malam sekalipun. Saya suka Trans TV karena acara-acara seperti Extravaganza, Suami-Suami Takut Istri, dan tentu saja Bioskop Trans TV. Sedangkan Trans7 saya sukai karena acara olahraga-nya, seperti Liga Inggris (dulu), MotoGP, Sport 7 setiap pagi, dll.
Tapi kali ini saya sedikit kecewa dengan Trans 7, acara MotoGP yang harusnya disiarkan tadi secara langsung ternyata tidak disiarkan dan diganti dengan siaran langsung Final Piala Thomas antara Korea dan China. Kalau dipikir-pikir, mending kalau yang masuk Final itu Indonesia, masih wajar kalau Trans7 mengutamakan Final Piala Thomas. Ditambah lagi, selain Trans7 sebenarnya ada juga Trans TV yang menyiarkan secara langsung Final Thomas Cup ini. Kalau secara logika saya yang bodoh ini, mungkin harusnya Trans7 tetap siarkan secara langsung MotoGP, jadi kedua siaran langsung ini tetap bisa disiarkan.
Ah, sudahlah, toh yang punya stasiun TV bukan saya. Untungnya dirumah calon mertua ada Indovision, jadi saya tetap bisa nonton siaran MotoGP secara langsung di Star Sport, hehehe. Tapi kali ini, tetap saja saya sebagai penggemar MotoGP merasa kecewa dengan Trans7 dan kasian juga kakak dirumah nggak bisa nonton langsung jagoannya si Pedrosa.
7 Comment
yupz mending nontonnya di star sports aja soalnya lebih jernih dan komentator lebih afdol…
mudah-mudahan trans7 tidak kayak gitu lagi
wuih… enaknya yang punya tipi kabel…. bisa nonton rossi mebalapan…
sayang di kabel tiyang ndak ada tipinya….
*kabur…..sebelum dlilit pake kabel
itu punya calon mertua dan itupun kayaknya lagi ada promo, nyari gratisan aja
karena kesel, kemarin gak jadi nonton neh
terpaksa sekarang nonton di youtube…
nonton apaan tuh?
wah….
jadi ketinggalan informasi negh
baca di internet aja
Udah sempat nonton ko masih kesel juga sih bli..??
Yang namanya stasiun tipi yang mempunyai hak siar untuk piala thomas dan uber apapun yang terjadi harus mendahulukan siaran itu dong.kan ga bisa seenaknya merubah siaran cuma karena Indonesia ga masuk final..
hehe, bukan begitu bli.. stasiun tipi itu kan juga punya hak siar untuk motogp.. yang bikin saya kecewa, secara orang awam, saya pikir salah satunya bisa tetap siarkan motogp dan satunya lagi siarkan final thomas cup, kan sama2 enak..
Amat disayangkan memang, tapi harus tetap ingat, doakan…
Semoga Indonesia Bangkit dan Menjadi Maju
mari mulai “bangkit” dari diri sendiri..
Selamat atas 100 tahun Indonesia bangkit…..Indonesia Pasti Bisa…
Salam
bisa apa mas? hehehe, kidding…
Setuju, mari mulai bangkit dari diri sendiri
Leave a Reply