i’m unique
Ujian Nasional, Nasib Siswa Jaman Sekarang
{ daily, opinion } { }
14
April
2008

Sejak beberapa tahun belakangan ini, Ujian Nasional (UN) menjadi momok yang menakutkan bagi para siswa terutama SMA. Bagaimana tidak, kelulusan mereka ditentukan dari Ujian Nasional ini. Bahkan saya melihat sendiri bagaimana seorang saudara dekat saya yang bersekolah di kawasan jalan kamboja denpasar tidak lulus Ujian Nasional ini. Keluarganya sempat shock, untungnya masalah ini telah dilewati dan tidak terlalu dipikirkan lagi.

Beda dengan beberapa tahun yang lalu, sebelum adanya Ujian Nasional, waktu itu kalau tidak salah masih jamannnya Ebtanas. Kelulusan seorang siswa (kalau nggak salah) menjadi wewenang Sekolah atau Dinas yang terkait. Bahkan ada yang bisa lulus dengan NEM berapapun. Di satu sisi wewenang ini membuat siswa bisa dinilai dengan lebih obyektif, namun disisi lain siswa memang menjadi agak meremehkan Ebtanas karena toh akan tetap bisa lulus.

Lalu dengan adanya Ujian Nasional, kelulusan siswa ditentukan oleh pusat yang bahkan standar kelulusan disama ratakan di semua daerah. Tujuan pemerintah memang bagus yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun tentunya tidak segampang itu, situasi dan kondisi yang ada di setiap daerah dan sekolah berbeda-beda (apalagi yang di pelosok), harus dipertimbangkan oleh pemerintah.

Ujian Nasional ini bukan hanya memberatkan siswa sebagai peserta namun juga guru dan sekolah karena dituntut untuk bisa memberikan materi yang baik agar siswanya bisa lulus. Orang tua siswa juga tak kalah bingungnya dengan nasib anaknya apakah akan bisa lulus Ujian Nasional atau tidak.

Salah satu hal yang dikeluhkan oleh guru adalah kurikulum yang diganti-ganti begitu saja. Saya sendiri bahkan sempat merasakan susahnya mikirin kurikulum itu. Sebenarnya isi materi pelajaran tetap itu-itu saja, tapi urusan administratsi kurikulum yang kadang benar-benar bikin pusing. Bahkan sempat berpikir negatif, jangan-jangan ini hanya kerjaan orang-orang diatas agar dana tetap berputar. Sudah ah, jadi ngelantur, nanti kena UU ITE.

Related Posts

5 Comment

lainsiji
April 15th, 2008 at 1:32 am

hahahaha bener tuh mas
adikku yang paling bontot
bawaannya setress mulu kalo baru pulang sekolah atawa les
soale dia bakal ngadapin UN

*kesian juga sih, kan jamannya kita dulu ga ada gitu2an*

kita berdoa aja, semoga cara pemerintah ini bisa menghasilkan sesuatu bagi dunia pendidikan kita

anton
April 15th, 2008 at 11:26 am

*meliat siapa yg di atas. sambil berharap yg di atas tidak menggunakan UU ITE. :D*

semoga saja, saya juga agak takut nulis yg kayak gini, hihihi

imsuryawan
April 16th, 2008 at 4:40 am

Ujian nasional kalau sebagai tolak ukur saya kira tidak mutlak! Selain mahal biayanya, juga tidak menjamin jika dijadikan sebagai acuan untuk mengukur keberhasilan pendidikan, soalnya banyak kecurangan dan juga terlalu nilai oriented!

“Nilai oriented”, wah pas banget kayaknya. Nilai memang penting, tapi di kenyataannya ketika kita terjun ke lapangan pekerjaan, seringkali nilai-nilai akhirnya hanya menjadi penghias kolong meja.

Gung De
April 16th, 2008 at 11:23 pm

Perasan saya, makin lama kok makin sulit ya? Tapi apa hal ini akan membuat kualitas aka menjadi terdongkrak?
* mode bingung ON*

ini yang menjadi pertanyaan banyak pihak, terutama di luar pemerintah

nugrho
April 23rd, 2008 at 1:43 am

Saya ngajar di SMK, yang konon menurut pemerintah tujuannya adalah mencetak siswa yang terampil. Buset, gara-gara tidak lulus ujian nasional, dan hanya lulus ujian paket C dia dianggap tidak terampil, and gak boleh ngelamar kerja sebagaimana lulusan SMK. Untungnya kami masih mampu memberi advokasi. Sungguh UN dapat membunuh karakter anak SMK.

Tapiya mo gimana lagi. Orang jawa bilang,” merasa pinter iku gampang, yang susah pinter merasa(kan) alias tahu diri dan peka terhadap lingkungan” Kalau Anda jadi pejabat negara, jadilah yang pinter merasakan.

wah, paragraf kedua benar-benar menusuk di hati mas :D
Memang benar, seharusnya kelulusan bukan hanya dinilai secara akademik seperti itu, masih banyak faktor lain yg harusnya dipertimbangkan.

Leave a Reply